Di sebuah desa retjo winangun kisah ini akan saya mulai...
Pagi itu pukul 05.30wib.Hawa dingin masih menyelimuti desa retjo winangun di selatan kota jogja letaknya.Nampak seorang pemuda membantu ibunya mengambil air di sumur untuk keperluan mencuci piring.Itulah dia “Jatmiko”namanya...Dia adalah anak yang bersahaja&patuh kepada kedua orang tuanya,setelah membantu ibunya mencuci piring lantas dia bergegas dan bersiap-siap untuk berangkat ke kampus,UGM(Universitas Gadjah Mada)tak lupa ia membawa bekal makanan(ter.bontotan,orang jawa bilang)untuk bapaknya yang setiap hari bekerja di sawah.
Pukul 06.30wib.Iapun sampai di kampus,karena memang hari ini ada jadwal mata kuliah pagi...Hal ini sudah biasa dilakukan jatmiko setiap hari jika tiba di kampus,yaitu menjabat tangan semua teman-temannya termasuk dosen karena dia adalah asisten dosen...!Berjalan sendiri menyusuri lorong kampus yang panjang karena kelasnya terletak di ujung lorong,sambil menenteng alat yang harus ia siapkan sebelum kelas dimulai.Saat ia akan masuk kelas di sebuah gang lorong sekolah ia kaget bukan kepalang muncul sosok cantik yang membuatnya melongo seperti orang gemblung...???Tanpa jatmiko sadari buku-buku yang dibawa gadis itu jatuh berserakan,juga sebaliknya barang bawaan milik jatimiko.Sambil membereskan barang bawaan yang mereka bawa,jatmiko mengutarakan permintaan maafnya kepada gadis itu “maaf mbak saya nggak sengaja,saya terburu-buru karena ini hari pertama saya menjadi asdos(Asisten Dosen)”....Terdiam sejenak dalam lamunan sendu keduannya saling pandang,setelah itu gadis itu langsung pergi tanpa mengucapkan satu patah katapun pada jatmiko’ketika dia akan beranjak menuju kelas dia menemukan sebuah kunci mobil dengan bandul bertuliskan “Wulan”,dalam hati dia bertanya(apa kunci ini milik gadis itu)”Wulan”...
2 jam ia mengikuti mata kuliah dan merasakan rasanya menjadi asdos.Ia teringat bahwa di saku bajunya masih tersimpan kunci dengan bandul bertuliskan “Wulan”...Selesai mata kuliah ia lantas membereskan peralatan yang diberikan dosen kepadanya,berlari ia menuju ruangan dosen untuk segera mengembalikan peralatan itu dan bergegas menuju tempat parkir.Saat ia berjalan menuju tempat parkir jantungnya berdegup kencang entah ada apa dengan dirinya...?pertanyaan itu terjawab ternyata yang dipikirkan jatmiko benar,gadis itu mencari kunci mobilnya yang hilang,ia mempercepat langkah kakinya untuk mendekati gadis yang kebingungan mencari-cari kunci mobilnya.Ketika jatmiko mendekat ia bilang “apa benar kunci mobil ini milik kamu”...?aku temukan saat kita bertabrakan tadi,maaf atas ketidak sengajaanku.Akhirnya gadis itu mengatakan sesuatu pada jatmiko “maaf saya tadi juga terburu-buru,boleh kenalan nama mas siapa...?Jatmiko.”jatmiko juga sebaliknya,sama-sama “wulan”kan nama kamu...?ia...
Jatmiko bingung bukan kepalang,mimpi apa ia semalam..................................................................................?setiap mengingat wajah wulan ia selalu tersipu malu,tanpa disadari jatmiko ternyata kedua orang tuanya melihat anaknya senyum-senyum sendiri seperti bocah “KOPLAK”.Mendekatlah kedua orang tua jatmiko dan bertanya......”jat,ngapain kamu senyum-senyum sendiri kayak bocah gemblung...?lantas jatmiko jawab dengan agak memerah wajahnya bukan karena takut tapi malu.”gak apa-apa,cuman tadi pagi waktu di kampus saya nggak sengaja nabrak seorang gadis cantik”Wulan”namanya...!!!Oalah,tak kirain ada apa kok senyum-senyum sendiri.Ternyata kamu ceritanya lagi kasmaran...?ia agak gugup ketika disindir begitu oleh kedua orang tuanya...Bapak & ibu bisa saja bikin anaknya tambah malu.Ya sudah,ayo masuk kerumah hari sudah malam...!besok kamu kan harus kuliah.
Keesokan harinya di kampus...
Jat,jatmiko....Terdengar suara temannya dari kejauhan,hai ada apa...?huft,sambil memegangi kakinya karena capek berlari sambil teriak-teriak memanggil jatmiko.Ini jat ada yang cari kamu di taman belakang kampus...!siapa..?nggak tau jat,anak perempuan pokoknya...!Oke,makasih ya...Oke.Siapa juga pagi-pagi udah ada yang cari mana perempuan lagi,dalam hatinya berkata...?saat tiba di taman belakang ia kaget,terkejut,bengong,tak tau mau ngapain “Wulan”.Mendekatlah jatmiko...Hai ada apa kok pagi-pagi cari saya...?belum sempat pertanyaan itu dijawab datanglah “Dion”ia adalah anak dari dosennya jatmiko...Ternyata dion ingin mengajak wulan untuk makan di kantin,sementara itu jatmiko yang tak tau maksudnya ia tadi dipanggil untuk apa...?hanya bisa bengong.Kebetulan hari ini ia akan mengajar mata kuliah sastra inggris menggantikan Pak Bary yang hari ini berhalangan hadir karena sedang ada tugas ke luar kota...Di saat mata kuliah akan dimulai...?Bersambung..............
Sabtu, 02 Oktober 2010
Jumat, 01 Oktober 2010
Duka Yang Bisu
DUKA YANG BISU
Kenapa harus begini...?Aku takut jika suatu saat ini terjadi...Harapanku sangat besar padanya,tapi kucoba terus untuk pelan-pelan mendekatinya.Aku takut bila dia tahu isi maksud hatiku bahwa aku sangat mengharapkannya,bukan kesuksesan yang ku harapkan darinya tapi aku hanya mau cinta kasih sayangnya.
Apakah mungkin dia menganggapku masih seperti dahulu...?Akupun tak tahu,mungkin cintaku hanyalah cinta sendu dibalik kegelisahan hatinya untuk mengharapkan cinta dari orang lain..Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah cintaku ini layak dimiliki olehnya atau tidak.Acuh sikapnya membuatku semakin penasaran !sebuah misteri yang susah diungkap karna letaknya dalam hati...
Kini hari berganti hari dan minggu berganti minggu,telah banyak kegalauan hati meliputi dalam benak pikiranku...setiap aku membaca pesan yang kau tulis di sebuah situs jejaring pertemanan itu rasanya aku memang terjebak dalam sebuah elegi cinta yang membisu,tak tahu arah,terombang-ambing seperti ombak di lautan.Aku lama menunggumu untuk mengatakan kepadaku bahwa dirimu adalah yang terbaik bagiku...!!!apa mungkin itu kesalahanmu,yang selalu bertingkah manis dihadapanku hingga banyak lelaki yang mengharapkanmu lebih dari sekedar teman...?Mungkin saja.Tapi anehnya banyak dari teman lelakimu diantaranya adalah aku sendiri...Lantas apa penyebabnya itupun masih belum tahu.
Ikhlasnya hatimu mungkin bisa memberiku secuil harapan
Kenapa harus begini...?Aku takut jika suatu saat ini terjadi...Harapanku sangat besar padanya,tapi kucoba terus untuk pelan-pelan mendekatinya.Aku takut bila dia tahu isi maksud hatiku bahwa aku sangat mengharapkannya,bukan kesuksesan yang ku harapkan darinya tapi aku hanya mau cinta kasih sayangnya.
Apakah mungkin dia menganggapku masih seperti dahulu...?Akupun tak tahu,mungkin cintaku hanyalah cinta sendu dibalik kegelisahan hatinya untuk mengharapkan cinta dari orang lain..Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah cintaku ini layak dimiliki olehnya atau tidak.Acuh sikapnya membuatku semakin penasaran !sebuah misteri yang susah diungkap karna letaknya dalam hati...
Kini hari berganti hari dan minggu berganti minggu,telah banyak kegalauan hati meliputi dalam benak pikiranku...setiap aku membaca pesan yang kau tulis di sebuah situs jejaring pertemanan itu rasanya aku memang terjebak dalam sebuah elegi cinta yang membisu,tak tahu arah,terombang-ambing seperti ombak di lautan.Aku lama menunggumu untuk mengatakan kepadaku bahwa dirimu adalah yang terbaik bagiku...!!!apa mungkin itu kesalahanmu,yang selalu bertingkah manis dihadapanku hingga banyak lelaki yang mengharapkanmu lebih dari sekedar teman...?Mungkin saja.Tapi anehnya banyak dari teman lelakimu diantaranya adalah aku sendiri...Lantas apa penyebabnya itupun masih belum tahu.
Ikhlasnya hatimu mungkin bisa memberiku secuil harapan
Langganan:
Postingan (Atom)